- Dilatasi panjang
Benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati c akan mengalami perpendekan jika dilihat oleh pengamat diam.
L = panjang benda yang bergerak menurut pengamat diam
Lo = panjang benda sesungguhnya
Ada besaran
yang gunanya untuk menghitung dilatasi waktu, panjang, dan massa. Karena v < c, maka nilai
> 1.- Dilatasi massa
Benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati c akan mengalami pertambahan massa, semakin cepat benda itu bergerak maka pertambahan massanya semakin besar.
m = massa benda yang bergerak menurut pengamat diam
mo = massa benda yang sesungguhnya sebelum bergerak
- Dilatasi waktu
Benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati c akan mengalami perubahan waktu yang lebih lambat dibanding perubahan waktu yang dialami pengamat diam.
to = waktu yang dialami oleh benda bergerak relatif terhadap pengamat diam
t = waktu yang dialami oleh pengamat diam
Contoh : Seorang astronot berusia 20 tahun pergi ke planet A dengan pesawatnya yang bergerak dengan kecepatan 0,6 c pada tahun 2050. Astronot tersebut memiliki saudara kembar yang tetap tinggal di bumi. Di bumi, 5 tahun kemudian, maka kembaran astronot itu sudah berusia 25 tahun, pada saat yang sama si astronot sampai kembali ke bumi, namun astronot tersebut masih berusia 24 tahun. Waktu yang dialami oleh astronot tersebut memang benar-benar baru 4 tahun, tapi waktu yang sudah berjalan di bumi sudah 5 tahun. Seandainya astronot membawa handphone yang memiliki kalender saat pergi ke planet A, maka ketika astronot kembali ke bumi akan terlihat bahwa kalender pada handphonenya menunjukkan saat itu tahun 2054, namun kalender yang di bumi sudah menunjukkan tahun 2055.
- Energi kinetik relativistik
Seiring dengan terjadinya dilatasi massa yaitu massa benda tersebut bertambah, tentunya energi kinetiknya juga akan bertambah. Energi kinetik yang akan digunakan dalam kasus ini bukan E=(1/2)mv2 , melainkan E=mc2.
Pertambahan energi kinetik benda dirumuskan seperti di bawah ini :
Catatan : Jika mau menghitung kecepatan relatif benda yang bergerak terhadap benda lain, dapat menggunakan rumus
Dengan va adalah kecepatan benda a. vb adalah kecepatan benda b. O adalah pengamat diam.
vab = kecepatan a relatif terhadap b
vao = kecepatan a relatif terhadap pengamat diam
vob = kecepatan o relatif terhadap b
c = kecepatan cahaya
Contoh soal :
1. Sebuah roket dengan panjang 100 m bergerak dengan kecepatan 0,6 c , berapakah panjang roket itu ketika bergerak jika dilihat oleh pengamat diam?
2. Seorang astronot bermassa 60 kg pergi ke planet B dengan kecepatan 0,8 c selama 5 tahun waktu di bumi, Berapakah massa astronot dalam perjalanannya serta waktu perjalanan yang dialami astronot sebelum sampai ke planet B?
.
.
.
.
.
Kunci Jawaban :
1. 80 m
2. 100 kg dan 3 tahun
Catatan : Hanya foton yang dapat bergerak dengan kecepatan cahaya, manusia tidak mungkin bergerak dengan kecepatan cahaya, karena jika manusia dapat melakukannya, maka waktu yang akan dialami oleh manusia tersebut = 0, atau waktu disekitarnya tidak bergerak. Maka tidak akan ada kehidupan yang dialami oleh si manusia. Sebenarnya manusia juga akan kesulitan/hampir tidak mungkin bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Karena G-force yang akan dialami oleh manusia akan sangat besar dan manusia tidak akan dapat bertahan dengan G-force yang dialaminya. Manusia di permukaan bumi biasa mengalami 1-G, dan umumnya dapat bertahan sampai dengan 5-G(misalnya naik pesawat terbang). Namun seorang pilot pesawat jet/tempur yang terlatih dapat bertahan hingga 9G sampai 10G. Namun ketika bergerak mendekati kecepatan cahaya, G-force yang akan dialami manusia >>10G , sehingga hampir tidak memungkinkan untuk manusia bergerak dengan kecepatan cahaya untuk bertahan hidup.
Sekian materinya, semoga dapat bermanfaat.






